Selamat Datang

_____Selamat Datang____Selamat Membaca___Selamat Mengapresiasi____

Monday, January 7, 2013

[Writing Class]: Perpaduan Novel dan Cerpen

Morning, Class

Bagaimana kabar kalian saat ini? Semoga kalian dalam keadaan sehat dan selalu sukses di mana pun dan dengan siapapun kalian berada.
Dan, sekali lagi, saya minta maaf atas ketidak tepatan jadwal Writing Class. 
Hmm ..., maklumlah, di tempat yang baru ini saya harus menggaruk-garuk kepala karena jaringan smartfren begitu sulit dijangkau.

Baik, mumpung jaringan sedang berbaik hati, sebaiknya kita lanjutkan lagi pembahasaan kita yang masih berkutat di seputar karya sastra fiksi. Sebagai pengingat, kemarin kita telah membahas tentang Perbedaan Fiksi. Nah, di sepertiga malam ini, mari kita lanjutkan ke pembahasaan mengenai Perpaduan novel dan cerpen.


Seperti diketahui, novel dan cerpen harus memiliki unsur perpaduan, Unity. Artinya, segala sesuatu yang diceritakan di karya sastra tersebut harus memiliki sifat yang berfungsi saling mendukung tema utama. Walaupun, terkadang, penampilan perpaduan itu tidak saling menyusul dan membentuk plot yang selara, namun haruslah tetap saling berkaitan secara logika, baik itu berupa cerpen ataupun novel. Karena satu hal yang pasti, keduanya menawarkan dunia perpaduan agar bisa dinikmati pembaca secara sempuran.

Kendati keduanya memiliki unsur perpaduan dalam eksistensinya, namun hal itu berbeda dengan cerpen. Di mana cerita pendek hanya menyangkut imajiner yang menceritakan dari satu sisi kecil tema utama saja. Sedangkan yang ditawarkan novel adalah dunia yang skalanya lebih besar dan kompleks dikarenakan hal itu mencakup pengalaman kehidupan yang dipandang aktual. Namun, menyangkut hal itu semua, novel pun harus memiliki unsur kepaduan antara satu sama lainnya.

Antara cerpen dan novel pun memiliki kepaduan yang berbeda. Pada umumnya novel yang terdiri dari beberapa bab tentu saja memiliki tingkat kesulitan dalam penggarapan kepaduan jika dibandingkan dengan cerpen. 

Hubungan antar bab dalam novel, kadang-kadang merupakan kelanjutan dari bab-bab lainnya. Oleh karena itu, jika kita membaca novel secara acak, tentu kita tidak akan mendapatkan cerita yang utuh. Hal ini berbeda ketika kita membaca cerpen. Meski tidak memiliki bab cerita, namun cerpen telah mencapai keutuhan dalam bentuk yang pendek. Mungkin, atau barangkali, kepaduan dalam cerpen sama dengan satu bab dalam novel. 

Oke, Classer. Sampai di sini dulu pembahasaan mengenai Perpadauan Novel dan Cerpen. Semoga, dengan pembahasaan singkat ini kita bisa mengambil manfaatnya. Akhir kata, saya kembali minta maaf atas ketidak tepatan jadwal Writing Class berikut program lainnya.




 

No comments:

Post a Comment